Jiwa Tertekan Mazmur 42:6 > Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! Jadi, jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain? (Lukas 12:22-26, bandingkan juga dengan Matius 6 : 25-34). "Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepadaNya, penolongku dan Allahku! (Mazmur 42:6) 43:4 Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku! 43:5 Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! Tetapi pemazmur ini jelas sekali dia mengatakan, “Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku?” Tentu konteks hidup bermacam-macam membuat jiwa kita tertekan. Sebagai anak Tuhan, kita perlu merenungkan Firman Tuhan, sehingga menghadapi self-talk yang negatif atau self-pity. Kalimat-kalimat yang membuat kita jauh dari Tuhan. Shellabear 2010: (42-6) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah, karena aku akan kembali memuji Dia, atas pertolongan yang datang dari hadirat-Nya. Berharaplah kepada Allah, karena aku akan kembali memuji Dia, atas pertolongan yang datang dari hadirat-Nya. Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! – Mazmur 42:6. Jagalah kiranya jiwaku dan lepaskanlah aku; janganlah akumendapat malu, sebab aku berlindung pada-Mu. – Mazmur 25:20 MPCew.

mengapa engkau tertekan hai jiwaku